Selasa, 02 Oktober 2018

Hujan bulan September

Aku basah kuyup, entah tubuhku, entah pipiku.
entah sebab hujan, entah sebab airmata.
september tahun lalu, aku merangkai rasa hingga membentuk cinta yang berbunga-bunga
 ku temukan indah dalam manik mata berkornea coklat milik dia, kekasih hati ku.
tanpa kata, sepakat bersama.
Dengan bahagia aku menari bagai gila di tengah terpaan hujan, saat itu aku merasa itulah masa yang paling indah  yang aku rasa.
aku menggila
Aku rasa, dunia hanya milikku saja, tentu dengan dia di dalamnya.
lalu..
Seperti kata pepatah, hal yang baik berlalu begitu cepat.
Seolah tradisi; september selalu datang dengan hujan, begitu pun dia. selalu mengawali september dengan wanita barunya.
satu tahun, aku begitu menggebu, lalu tiba-tiba tertunduk layu.
Bosan, sanggahnya.
aku menari lagi, bagai gila, di tengah hujan, ku sembunyikan derai air mata yang tak mungkin ku tahan.  
aku basah kuyup, entah raga ku, entah hati ku.
hujan september, entah akan ku maki, atau lantas berterima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar