Kamis, 26 Maret 2020

Malam Gerah 26 Maret 2020

Air mataku rasanya panas
Mati-matian ku tahan agar tak semakin deras
--

Lima hari lagi, 5 hari lagi akan sampai di penghujung Maret, pikir ku, ah sebentar lagi sudah mau masuk tahun ketiga hubungan pasang surut ini berjalan.
Beberapa kali terasa berat, seringkali aku merasa sedang berjalan sendiri, meraba-raba apakah tangan itu masih ku genggam.
Beberapa kali aku merasa kehilangan pijakan, ketika bersiteru, seringkali kata-kata kotor terlempar dari kami berdua, namun tak sekalipun ada niatan untuk saling meninggalkan, yang aku rasa.. ah betapa kuatnya ikatan ini.

--
Malam ini aku kesal, sedari siang kepala ku sudah terasa panas karna api amarah. Dada ku sesak.
Lalu.. dari segala ocehan, satu yang paling mengoyak
 >>"Ke ampo Lo Sai masalah anu kam ku pendam 3 bulan. Bahwa, babe sebenar no ria aku pengantan ke kau. Karena nerap ka beketoan Maya mu wisuda bau kotar tu lalo beketoan. Ku beling mo aku, "orang tuanya minta 50jt". Langsung Kesawan babe trus Sili ku. "Ya udh GK usah nikah sama dia, mending cari yg lain aja. Bapak GK mau keluar uang terlalu banyak cuma untuk nikah sehari doang. Sekalipun kamu bisa cari uang dan bisa kumpulin 50jt, GK bakalan bapak kasih kamu nikah sama dia".

--
Hati perempuan mana yang takkan patah dengan kalimat sepedas itu? :)


--
3 tahun kurang 5 hari.
Dengan air mata berderai-derai, aku berusaha berdamai dengan diri sendiri, mungkin memang harus selesai.

Agar tak ada pertengkaran lagi kedepannya.
Agar tak ada hati yang harus pulih lagi setelah pertengkaran.


Tapi om jedot, sungguh, aku cinta kamu.