Rabu, 27 Desember 2017

Terhormatnya kedua mempelai dengan adanya prosesi nyongkolan.

Bagaimana prosesi nyongkolan bisa membuat kedua mempelai yang melakukan mbait menjadi sama-sama terhormat?

Nyongkolan merupakan upacara mengunjungi rumah orang tua pengantin wanita oleh kedua pengantin/mempelai dengan diiringi oleh keluarga, kerabat dan kenalan dalam suasana meriah dan penuhh kegembiraan. Tujuannya untuk menampakkan  dirinya secara resmi dihadapan orangtua dandan keluarganya bahkan kepadaa seluruh masyarakat sambil meminta maaf serta memberi hormat kepada orangtua pengantin wanita.
Nyongkolan sendiri merupakan bagian dari prosesi perkawinan dalam adat sasak, nyongkolan ini didahului dengan belakoq atau mbait, ajikrama, sorong serah, akad atau ijab Kabul, baru prosesi nyongkolan ini bisa dilakukan.
Prosesi nyongkolan tidak dilakukan langsung setelah ijab Kabul, tetapi menunggu kesiapan kedua belah pihak, biasanya pihak pengantin pria akan menanyakan kepada pihak pengantin wanita kesiapannya menerima rombongan nyongkolan.
Pihak pengantin pria akan menunggu kesiapan keluarga pihak pengantin perempuan  menerima rombongan pihak pengantin pria, pihak pengantin perempuan yang akan menerima rombongan pihak pengantin pria dengan semua rombongannya akan malu jika tidak siap dalam menerima rombongan pihak pengantin pria, sehingga akan menyiapkan penyambutan yang tidak kalah meriah dengan rombongan pengantin pria.
Nyongkolan menjadikan kedua belah pihak pengantin menjadi sama-sama terhormat, karena pihak pengantin pria membawa pengantin perempuan kerumah orang tua pengantin wanita dengan cara terhormat dan diiringi oleh orang-orang terhormat pula (tetua desa, gadis-gadis cantik terpilih, pemuda-pemuda gagah terpilih, dan music). Sehingga pihak pengantin perempuan akan malu jika tidak menyambut pengantin pria dengan sepadan, pihak pengantin perempuan akan menyambut rombongan nyongkolan dengan kemeriahan, hiasan dan penyambutan yang sepadan dengan pihak pengantin pria, sehingga kedua belah pihak akan menjadi sama-sama terhormat di mata masyarakat.
Di Dalam rombongan nyongkolan terdiri dari pemuka adat atau para tetua desa, rombongan gadis-gadis yang mengiringi pengantin perempuan, rombongan para pemuda yang mengiringi pengantin pria, dan paling terakhir rombongan pemusik yang biasanya gendang beleq, rombongan ini dimaksudkan untuk menghormati pihak pengantin perempuan.
Dalam pelaksanaannya (nyongkolan) karena factor jarak, maka prosesi ini tidak dilakukan secara harfiah, biasanya rombongan mulai berjalan dari jarak 1-0,5 km dari rumah pengantin perempuan.
Sesampainya di kediaman keluarga pengantin perempuan, pasangan pengantin akan melakukan sungkeman untuk meminta doa restu kepada pihak keluarga juga sebagai tanda bahwa pihak keluarga sudah merestui anak gadisnya dibawa oleh sang suami (pengantin pria).

15 komentar: